Rabu, 21 Maret 2018

ILMU TAUHID DASAR

MUQODDIMAH
 
ILMU TAUHID
Definisinya, secara bahasa adalah Pengetahuan bahwa sesuatu  itu satu. Secara syara’ adalah Pengetahuan untuk bisa menguasai penetapan aqidah-aqidah agama, yang didapat dari dalil-dalilnya yang bersifat keyakinan.
Obyek kajiannya adalah Dzat Alloh dan Dzat rosul-rosul-Nya (tentang hal-hal yang  wajib, mustahil dan jaiz), hal-hal yang mungkin/mumkin sebagai perantara untuk menuju keyakinan adanya pencipta, dan hal-hal yang didengar/sam’iyyat/riwayat-riwayat (tentang keyakinan akan hal-hal itu).
Buah hasil ilmu tauhid adalah Ma’rifatulloh (mengetahui Alloh) dengan bukti-bukti pasti, dan beruntung dengan kebahagiaan abadi.
Keutamaannya adalah merupakan ilmu syara’ yang paling mulia, karena berhubungan dengan Dzat Alloh dan rosul-rosul-Nya, serta yang bersangkut paut dengan itu semua.
Pelopor pembuat ilmu tauhid : Abu Hasan Al-Asy’ariy (Bashroh, 874-935 M) dan Abu Mansur Al-Maturidiy (Samarkand, wafat 944 M).
Hukum mempelajarinya : wajib ‘ain bagi setiap orang mukallaf, lelaki maupun perempuan.
Masalah-masalahnya : Aturan-aturan atau hukum yang membahas hal-hal yang  yang wajib, mustahil dan jaiz.

 
HUKUM AQLIY
Hukum secara akal teringkas jadi tiga :
Wujub. Wajib adalah sesuatu yang  ketiadaannya tidak tergambar (tak bisa diterima) oleh akal, misal manusia itu pasti akan mati, akal tidak menerima adanya manusia yang tidak akan mati alias abadi.
Istikhalah. Mustahil adalah sesuatu yang adanya itu tidak tergambar oleh akal, misal mustahil manusia akan hidup terus, akal tidak menerima adanya manusia yang hidup terus.
Jawaz. Jaiz adalah sesuatu yang ada dan tidak adanya, itu sah/benar menurut akal, misal manusia itu bisa berumur 82 tahun, adanya manusia yang umurnya mencapai 82 tahun, atau tidak berumur 82 tahun, itu bisa diterima oleh akal.

SIFAT WAJIB BAGI ALLOH SWT
Orang mukallaf secara syara’ wajib mengetahui hal-hal yang wajib, mustahil dan jaiz bagi Alloh dan rosul-rosul-Nya. Termasuk hal yang wajib (pasti) bagi Alloh adalah 20 sifat yang terbagi sebagai berikut :
Sifat Nafsiyyah
      1.   Wujud (ada)
Sifat Salbiyyah
2         Qidam (dahulu tanpa permulaan)
3         Baqo’ (kekal abadi)
4         Mukholafatul lil khawadits (berbeda denga makhluq)
5         Qiyamuhu binafsih (berdiri sendiri), tidak membutuhkan tempat dan pembuat (yang mewujudkan)
6         Wahdaniyyah (satu Dzat, sifat dan tindakan-Nya)
 
Sifat Ma’aniy
7.       Qudroh (kuasa)
8.       Irodah (berkehendak)
Qudroh dan Irodah berta’aluq dengan segala sesuatu yang mungkin adanya (mumkinat)
9.       ‘Ilmu (mengetahui)
Berta’aluq dengan segala yang wajib (pasti), jaiz dan mustahil.
10.    Hayat (hidup)
Tidak berta’aluq dengan sesuatupun
11.    Sama’ (mendengar)
12.    Bashor (melihat)
Sama’ dan Bashor berta’aluq dengan segala sesuatu yang ada (maujud)
13.    Kalam (berfirman)
Berbicara tanpa dengan huruf dan suara. Kalam berta’aluq dengan segala yang wajib (pasti), jaiz dan mustahil.
Ta’aluq adalah tuntutan sifat terhadap suatu tambahan pada dzat (yang mempunyai sifat itu), sesuai dengan sifat itu. Misal melihat, menuntut adanya barang yang dilihat, nah tuntutan/hubungan antara melihat (sebagai sifat) dengan barang yang dilihat (sebagai tambahan bagi dzat yang melihat), itulah ta’aluq. Berbeda dengan hidup, yang tidak menuntut tambahan lain selain pada dzat yang hidup itu sendiri, sehingga hidup itu tak mempunyai ta’aluq.
 
Sifat Ma’nawiyyah
Merupakan sifat-sifat yang sangat erat hubungannya (mulazimah) dengan tujuh sifat Ma’aniy sebelumnya. Alloh bersifat kuasa (Qudroh), maka keadaan Alloh itu pasti Dzat yang maha berkuasa (Qoodir) dan seterusnya.
14.  Adanya Alloh itu Dzat yang berkuasa (Qoodir)
15.  Adanya Alloh itu Dzat yang berkehendak (Muriid)
16.  Adanya Alloh itu Dzat yang mengetahui (‘Aalim)
17.  Adanya Alloh itu Dzat yang hidup (Hayyun)
18.  Adanya Alloh itu Dzat yang mendengar (Samii’)
19.  Adanya Alloh itu Dzat yang melihat (Bashiir)
20.    Adanya Alloh itu Dzat yang berfirman (Mutakallim)
 
SIFAT MUSTAHIL BAGI ALLOH SWT
Termasuk hal yang mustahil bagi Alloh adalah 20 sifat kebalikan dari 20 sifat wajib sebelumnya, yakni :
1.    ‘Adam (tiada)
2.    Khuduts (baru)
3.    Fana’ (rusak, menjadi tiada)
4.    Mumatsalatul lil khawadits (sama dengan makhluq). Misal :
-       Berupa jirm (materi benda) yang butuh tempat kosong
-       Berupa ‘irdh (sifat/tabiat/kelakuan) yang menempel pada jirm
-       Berada di arah suatu jirm
-       Mempunyai arah (di atas, di kiri, di selatan dsb.)
-       Dibatasi oleh ruang dan waktu
-       Dzat-Nya disifati dengan hal-hal yang baru
-       Disifati dengan kecil atau besar
-       Mempunyai tujuan-tujuan dengan tindakan dan hukum-hukum-Nya. Jadi dalam penciptaan manusia dan adanya perintah kewajiban sholat, Alloh tidak mempunyai tujuan-tujuan tertentu misal supaya mereka menyembah dan ingat kepada Alloh. Namun semua itu mempunyai hikmah sehingga tidak sia-sia penciptaannya.
5.    Ihtiyajuhu lighoirih (tidak berdiri sendiri, butuh yang lain), misal berupa sifat yang ada pada satu tempat, atau membutuhkan pembuat (yang mewujudkan).
6.    Ta’adud (berbilangan, berjumlah, tidak esa). Misal :
-       Dzatnya mempunyai kembaran yang lain
-       Benda-benda yang ada itu mempunyai peran dalam menyebabkan sesuatu disamping Alloh sendiri. Jadi api itu tidak menyebabkan terbakar, pisau itu tidak menyebabkan terpotong, dan makanan itu tak menyebabkan kenyang, yang menyebabkan (muatstsir) itu semua adalah Alloh sendiri.
7.    ‘Ajz (lemah) dari segala yang mungkin (mumkin).
8.    Karohah (terpaksa). Mustahil Alloh menjadikan satu bagian alam disertai rasa terpaksa atas terjadinya hal itu, dengan kata lain tanpa menghendakinya, atau menjadikannya karena lupa, karena sebab tertentu atau karena watak tabiatnya.
9.    Jahl (bodoh, tidak mengetahui) terhadap segala yang ma’lum.
10. Maut (mati)
11. Shomam (tuli)                                         16.  Jaahil (Dzat yang bodoh)
12. ‘Amaa (buta)                                          17.  Mayyit (Dzat yang mati)
13. Bukm (bisu)                                             18.  Ashomm (Dzat yang tuli)
14. ‘Aajiz (Dzat yang lemah)                     19.  A’maa (Dzat yang buta)
15. Kaarih (Dzat yang terpaksa)             20.  Abkam (Dzat yang bisu)
 
SIFAT JAIZ  BAGI ALLOH SWT
Sifat Jaiz (wenang) Alloh adalah fi’lu kulli mumkinin au tarkuhu, melakukan segala sesuatu yang mungkin atau meninggalkannya. Alloh bebas menciptakan seseorang itu besar, gemuk, tinggi, hitam, kaya dan pandai, atau tidak seperti itu.
BUKTI-BUKTI SIFAT WAJIB DAN JAIZ ALLOH
 
Wujud (ada)
Bukti wujudnya Alloh swt adalah barunya alam (baru muncul/ada dari yang sebelumnya tidak ada), karena seandainya tidak ada yang menjadikan alam, tapi alam terwujud dengan sendirinya, maka akan terjadi suatu kesamaan antara ada dan tiada atau keunggulan salah satunya tanpa ada sebab yang mengunggulkannya, dan itu mustahil. Gambarannya, ada sebuah timbangan yang kanan-kirinya terdapat benda yang sama berat, tiba-tiba yang kiri turun ke bawah (lebih berat) tanpa ada sebab yang mendorongnya, baik kejatuhan benda lain, dihembus angin atau ditekan dengan tangan, bukankah itu mustahil ?. Jadi mustahil adanya benda baru, dari yang tadinya tiada, menjadi ada, tanpa ada yang membuatnya, sehingga setiap benda baru pasti ada penciptanya, yang menciptakannya dari tiada menjadi ada, dan yang menciptakannya itu pasti ada (wujud), karena sesuatu yang tidak ada, pasti tidak bisa mengadakan sesuatu.
Adapun bukti bahwa alam ini baru adalah, karena alam ini menetapi sifat-sifat baru (‘irdh), seperti bergerak dan diam, serta terdiri dari berbagai bentuk (ada hewan, tumbuhan, bebatuan dll). Sedang sesuatu yang tidak bisa terlepas dari sifat baru, pasti merupakan benda baru. Bukti bahwa ‘irdh (sifat, tabiat, kelakuan yang ada pada jirm) itu baru adalah terlihatnya perubahan-perubahan dari tiada menjadi ada, dan dari ada menjadi tiada, misal dari kecil (tidak besar) menjadi besar, dan dari putih (tidak hitam) menjadi hitam, atau sebaliknya.
 
Qidam (dahulu tanpa permulaan)
Bukti qidamnya Alloh adalah, seandainya Alloh tidak qidam, maka pasti Dia khaadits (baru), sehingga butuh yang mewujudkannya (membuatnya baru, mukhdits), akibatnya akan pasti akan terjadi daur (siklus) atau tasalsul (rantai).
Daur (lingkaran sebab akibat) ialah adanya masing-masing dari dua benda atau lebih, tergantung pada adanya yang lain. Berarti masing-masing terwujud sebelum sebabnya wujud. Ini jelas salah. Gambaran kemustakhilannya : Tuhan A dicipta oleh tuhan B, tuhan B dicipta oleh tuhan C, tuhan C dicipta oleh tuhan D, sedang tuhan D dicipta oleh tuhan A sendiri…, jadi tuhan A itu ada sebelum dzatnya sendiri ada, karena diciptakan oleh hasil ciptaannya sendiri, ini jelas-jelas salah.
 



 
 
 
 
 

                 
 
= Ada tidaknya tergantung (dicipta oleh)
 
Tasalsul ialah keadaan berturut-turut dan susul-menyusulnya beberapa hal sejak zaman azali (tak ada permulaan), dan tak ada habis-habisnya. Gambaran kemustakhilannya : Tuhan 1 dicipta oleh tuhan 2, tuhan 2 dicipta oleh tuhan 3, tuhan 3 dicipta oleh tuhan 4, dan seterusnya tak terhingga. Ini jelas mustahil.
 



 
 
 
 
 

Baqo’ (kekal)
Bukti kekalnya Alloh adalah, seandainya Alloh tidak kekal maka Alloh pasti bersifat fana’ (rusak), yang artinya berpeluang menjadi tidak ada (‘adam), tapi ini mustahil, karena Alloh sendiri bersifat qidam (dahulu tanpa permulaan, tidak pernah menemui masa ketiadaan), dengan bukti yang telah lalu. Karena ketika tidak kekal, maka wujudnya Alloh adalah jaiz (bisa ada, bisa tiada), bukan wajib (pasti ada), sedang sesuatu yang jaiz adanya, pastilah baru.
 
Mukholafatul lilkhawadits (beda dengan mahluq)
Bukti Alloh berbeda dengan makhluq-Nya adalah, seandainya Alloh memiliki sifat-sifat makhluq, seperti berupa ‘irdh atau jirm, maka Alloh pastilah baru, sama seperti makhluq-makhluq itu. Hal ini mustahil dengan bukti dari sifat qidam dan baqo yang telah lalu.
 
Qiyamuhu binafsih (berdiri sendiri)
Bukti Alloh berdiri sendiri adalah, seandainya Aloh membutuhkan tempat, maka Alloh pasti berupa sifat, padahal sifat itu tidak bisa disifati dengan sifat-sifat ma’aniy maupun ma’nawiyyah, sedang Alloh sendiri wajib (pasti) bersifat dengan kedua sifat-sifat itu, jadi Alloh pastilah bukan berupa sifat. Salah satu ciri esensi/sifat dan jasmani adalah membutuhkan sandaran atau tempat, seperti tubuh kita, warna, rasa dan lainnya. Seandainya Alloh membutuhkan mukhoshshish (penentu, yang mewujudkan), pastilah Alloh itu baru, bagaimana itu terjadi ?! padahal bukti Alloh itu  bersifat qidam dan baqo telah terang di depan.

Wahdaniyyah (esa)
Bukti bahwa Alloh itu Maha Esa adalah, seandainya Alloh tidak esa,pastilah alam ini tidak terwujud sama sekali, karena lemahnya Alloh sendiri ketika itu. Misal seandainya di situ ada dua tuhan, maka kemungkinan bisa terjadi perselisihan diantara keduanya, yang satu menghendaki menciptakan sesuatu, sedang yang lain malah menghendaki meniadakannya, maka ketika itu pasti keduanya lemah, karena tujuan keduanya tak mungkin terwujud secara bersamaan, karena mengadakan dan meniadakan adalah perbuatan yang saling berlawanan, tak terwujud pula tujuan salah satunya saja, karena hal itu menunjukkan lemahnya tuhan yang tujuannya tak terwujud, sedang kedua tuhan itu harus mempunyai sifat yang sama, sehingga hal itu pula menunjukkan kelemahan yang lainnya. Diriwayatkan bahwa Ibnu Rusydi pernah berkata : “ketika salah satu tujuannya terwujud, yang lain tidak, maka yang terwujud tujuannya itulah Tuhan yang sebenarnya (al-ilah)”.
 
Qudroh (kuasa), Irodah (berkehendak), ‘Ilmu (tahu) dan Khayat (hidup)
Bukti Alloh bersifat qudroh, irodah, ‘ilmu dan khayat adalah, seandainya Alloh tidak memiliki salah satu dari keempat sifat itu, maka pasti memiliki sifat kebalikannya, sehingga tidaklah tercipta seonggok makhluqpun. Maksudnya seandainya Alloh lemah (‘ajz), terpaksa (tak memiliki kemauan, karohah) atau bodoh (jahl), maka pastilah penciptaan alam tak akan terwujud. Seandainya Alloh mati (kebalikan dari khayat), maka pastilah tidak mungkin memiliki sifat yang 20 itu, karena syarat untuk memiliki kedua puluh sifat itu adalah harus hidup, sehingga pastilah alam ini tak akan bisa terwujud.

Sama’ (mendengar), Bashor (melihat) dan Kalam (berfirman)
Buktinya adalah al-Qur’an, sunah dan ijma’. Dan juga seandainya Alloh tidak bersifat sama’, bashor, dan kalam, maka pastilah bersifat kebalikannya (tuli, buta dan bisu), sedang sifat kebalikannya itu merupakan kekurangan-kekurangan yang pasti mustahil bagi Alloh yang maha sempurna.

Sifat Jaiz
Bukti bahwa melakukan hal-hal yang mungkin atau meninggalkannya adalah wenang bagi Alloh yaitu, seandainya melakukan hal itu adalah wajib secara akal atau mustahil secara akal, pastilah sesuatu yang mungkin itu berbalik menjadi wajib atau mustahil, dan itu tak masuk akal, bagaimana mungkin suatu hakikat berubah menjadi hakikat yang lain.

Jumat, 18 April 2014

Kitab – Kitab Salaf Aswaja


Kitab – Kitab Salaf Aswaja


ترجمة دغان باهاسا اندونسيا داري

كتاب


دَرَاسَةُ السَّلَفِيَّةُ
لتعليم التلاميذ في المعهد السلفية



تأليف
كياهي حبيب الله بن طيب
اسم اكو غ – بانجر ساري
نـفـعـــنـا  الله وبـــعـلومه امــــين

بسم الله الرحمن الرحيم
Bismillahir rohmanir rokhim

I. Dua Kalimah Syahadat
اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ الله ُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ
Ashadu an laa ilaha ilalloh wa’ashadu anna mukhammadar rosululloh.

Artinya :
Saya bersaksi bahwa sesungguhnya tiada tuhan yang wajib di sembah kecuali hanya gusti alloh
Dan saya bersaksi bahwa kanjeng nabi mukhammad adalah utusannya gusti alloh subkhanahu wata’ala

بَابُ شَرَطَّهْ اِسْلاَمْ
II. Bab Syaratnya Agama Islam

Syaratnya agama islam itu ada 5 :
1.         Baligh yakni sudah menetapi salah satu dari 3 syarat : 1. Sudah mencapai umur 15 tahun , 2. Sudah pernah keluar manni / seperma , 3. Keluarnya haid /nifas.
2.         Mempunyahi akal sehat yakni tidak gila.
3.         Mengucapkan dua kalimah syahadat.
4.         Menertibkan ucapan dua kalimah syahadat.
5.         Mengikuti dan menjalankan ajaran kanjeng nabi   mukhammad shollallohu ‘alaihi wasallam.

بَابُ رُكُوْنَّهْ اِسْلاَمْ
III. Bab Rukunnya Agama Islam Dan Hukum Islam.

Rukunnya agama islam itu ada 5 :
1.              Mengucapkan dua kalimah syahadat.
2.              Mengerjakan sholat lima waktu.
3.              Menunaikan ibadah puasa di bulan romadlon.
4.              Mengeluarkan zakat.
5.              Menunaikan ibadah haji ke baitulloh (rumahnya alloh) bila mampu.

Hukum – hukum agama islam itu ada 5 :
1.       Fardlu :
setiap perkara yang wajib dikerjakan bagi setiap orang mukallaf ( sudah baligh , sudah tamyizs , mempunyai akal sehat , beragama islam ) , apabila di kerjakan akan mendapat pahala dan apabila di tinggalkan akan mendapat siksa.
Adapun fardlu di bagi menjadi dua :
o  Fardlu ain
adalah perkara yang wajib di kerjakan bagi setiap orang mukallaf  jika ada salah satu orang yang mengerjakan tidak dapat menggugurkan kewajiban yang lain seperti sholat , puasa di bulan romadlon.
o  Fardlu kifayah
adalah perkara yang wajib di kerjakan bagi semua orang mukallaf , dan apabila ada salah satu orang yang mengerjakan dapat menggugurkan kewajiban yang lain seperti sholat janazah.
2.       Sunnat :
Setiap perkara yang sunat di kerjakan bagi orang mukallaf , apabila di kerjakan akan mendapat pahala , dan apabila di tinggalkan tidak mendapatkan siksa.

3.       Mubah :
Perkara yang wenang / boleh di kerjakan bagi orang mukallaf , dan apabila di kerjakan atau di tinggalkan tidak mendapat apa – apa.

4.       Haram :
Perkara yang harus di tinggalkan bagi setiap orang mukallaf , apabila di tinggalkan akan mendapat pahala , dan apabila di kerjakan akan mendapat siksa.

5.       Makruh :
Perkara yang sunat di tinggalkan bagi setiap orang muykallaf , apabila di tinggalkan akan mendapat pahala , dan apabila di kerjakan tidak mendapat siksa

بَابُ شَرَطَّهْ اِيْمَانْ
IV. Bab Syaratnya Iman

Syaratnya iman itu ada 7 :
1.         Baligh.
2.         Mengikuti semua ajaran kanjeng rosul.
3.         Tidak boleh menghalalkan perkara / pekerjaan yang sudah jelas keharamannya.
4.         Tidak boleh mengharamkan perkara / pekerjaan yang sudah jelas kehalalannya.
5.         Tidak boleh memungkiri perkara / pekerjaan yang sudah jelas kewajibannya.
6.         Tidak boleh mengerjakan perkara / pekerjaan yang bisa mengakibatkan kufur (keluar dari ajaran agama islam).
7.         Tidak boleh mengucapkan sesuatu perkara yang dapat mengakibatkan kekufuran.

Keterangan :
o  Kekufuran adalah keluar dari ajaran agama islam / menyekutukan alloh dengan yang orang lain.
o  Tamyizs adalah sudah bisa membedakan antara perkara yang bagus dan jelek.
o  Baligh yakni sudah menetapi salah satu dari 3 syarat : 1. Sudah mencapai umur 15 tahun , 2. Sudah pernah keluar manni / seperma , 3. Keluarnya haid /nifas.

بَابُ رُوْكُنَّهْ اِيْمَانْ
V. Bab Rukunnya Iman

Rukunnya iman itu ada 6 :
1.         Iman kepada alloh bahwa alloh adalah satu dhat , satu sifat , satu pekerjaan dan tidak ada satu pun yang dapat menyamahinya.
2.         Iman kepada semua malaikatnya alloh yakni harus yakin & percaya bahwa malaikatnya alloh itu banyak  macamnya ,  yang di ciptakan dari cahaya tanpa ayah & tanpa ibu , tidak menikah / di nikahi & tidak beranak / di lahirkan , tidak makan , tidak minum , dan juga tidak tidur. Adapun malaikat yang wajib di ketahui secara terperinci itu ada 10 : 1. Malaikat jibril yang bertugas menyampaikan wahyu kepada kesemuanya nabi yang menjadi utusannya alloh . 2. Malaikat mikail yang bertugas membagikan rizqi dan menurunkan hujan. 3. Malaikat isyrofil yang bertugas meniup sengkala besok di hari qiyamat. 4. Malaikat ‘izroil yang bertugas mencabut nyawa. 5. Malaikat munkar yang bertugas menanyahi orang yang sudah mati di dalam kubur. 6. Malaikat nakir yang bertugas menanyahi orang yang sudah mati di dalam kubur. 7. Malaikat roqib yang
3.         bertugas mencatat amal / pekerjaan bagus seseorang / manusia. 8. Malaikat ‘atit yang bertugas mencatat amal / pekerjaan jelek seseorang / manusia. 9. Malaikat malik yang bertugas menjaga pintu neraka. 10. Malaikat ridwan yang bertugas menjaga pintu surga.
4.         Iman kepada kitab – kitabnya alloh . Yakni banyaknya kitab – kitabnya alloh itu ada 104 : 10 di turunkan kepada nabi adam , 50 di turunkan kepada nabi syist , 30 di turunkan kepada nabi idris , 10 di turunkan kepada nabi ibrohim , 1 diturunkan kepada nabi musa , 1 di turunkan kepada nabi dawud , 1 di turunkan kepada nabi ‘isa , 1 di turunkan kepada nabi mukhammad. Adapun kitab – kitabnya alloh yang wajib di imani / di ketahui itu ada 4 : 1. Kitab taurot yang di turunkan kepada nabi musa. 2. Kitab zabur yang di turunkan kepada nabi dawud. 3. Kitab injil yang di turunkan kepada nabi ‘isa. 4. Kitab al-qur’anul karim kitab yang paling sampurna yang di turunkan kepada nabi mukhammad shollallohu ‘alaihi wasallam.
5.         Iman kepada kesemuanya utusannya alloh. Yakni jumlah utusannya alloh keseluruhan ada 313 rosul / utusan. Adapun nabi / utusan yang wajib di imani / di ketahui secara terperinci itu ada 25 utusan : 1. Nabi adam. 2. Nabi idris. 3. Nabi nuh. 4. Nabi hud. 5. Nabi sholeh. 6. Nabi ibrohim. 7. Nabi luth. 8. Isma’il. 9. Iskhaq. 10. Nabi ya’qub. 11. Nabi yusuf. 12. Nabi aiyub. 13. Nabi syu’aib. 14. Nabi harun. 15. Nabi musa. 16. Nabi yasa’. 17. Nabi dhul kifli. 18. Nabi dawud. 19. Nabi sulaiman. 20. Nabi ilyas. 21. Nabi yunus. 22. Nabi zakariyah. 23. Nabi yahya. 24. Nabi ‘isa. 25. Nabi akhir zaman tiada nabi lagi setelahnya yaitu nabi mukhammad shollallohu ‘alaihi wasallam. Dan sekian banyaknya jumlah nabi 124.000. nabi yang pertama adalah nabi adam dan nabi yang terakhir adalah nabi mukhammad tidak ada lagi nabi setelahnya.
6.         Jman kepada hari akhir / hari qiyamat. Yakni harus yakin & percaya dengan adanya hari qiyamat ( hari pembalasan ) kelak.
7.         Iman kepada takdir bagus / jelek itu semua ujian dari alloh.

Keterangan :
o  Rosul adalah orang yang di beri wahyu dan di perintahkan untuk menyampaikan kepada semua manusia.
o  Nabi adalah orang yang di beri wahyu tetapi tidak di perintahkan untuk menyampaikannya.
o  Hari qiyamat adalah hari pembalasan , di mana dunia ini telah hancur lebur tanpa bekas , dan tidak ada satu pun yang dapat menolong hanya amal sholeh kita sendiri.

بَابْ شَرَطَّهْ وُضُؤْ
VI. Bab Syaratnya Wudlu’

Syaratnya wudlu’ itu ada 10 :
1.         Harus beragama islam.
2.         Harus tamyisz
3.         Harus suci dari haidl dan nifas.
4.         Harus tidak ada perkara yang dapat mencegah / menghalang – halangi meresapnya air terhadap kulit yang menjadi anggota wudlu’ seperti minyak  goreng , cat , lilin , tintah , lem , dll.
5.         Pada salah satu anggota  wudlu’nya seseorang , tidak boleh ada perkara ( perkara najis )  yang dapat merubah setatus air yang mau di buat wudlu’.
6.         Harus mengetahui bahwa wudlu’ itu hukumnya wajib.
7.         Tidak boleh meyakini perkara yang fardlu (wajib) dalam wudlu’ di yakini sunnat.
8.         Air yang di buat wudlu’ itu harus suci dan bisa mensucikan seperti air sumber , air laut , air sungai , air  sumur , air hujan , air salju , dan air embun.
9.         Harus masuk waktunya.
10.          Harus mempercepat wudlu’nya bagi orang yang selalu berhadas ( beser ).

بَابْ فَرْضُوْنَهْ وُضُؤْ
VII. Bab Fardlunya Wudlu’.

Fardlunya wudlu’ itu ada 6 :
1.                   Niat yang di ucapkan bersamaan dengan membasuh wajah.
2.                   Membasuh wajah.
3.                   Membasuh kedua tangan sampai kedua siku.
4.                   Mengusap sebagian kepala.
5.                   Membasuh kedua kaki sampai mata kaki dua.
6.                   Tertib / secara berurutan mengerjakannya.

بَابْ بَطَّلاَّهْ وُضُؤْ
VIII. Bab Perkara Yang Dapat Membatalkan Wudlu’ Dan Perkara Najis

Perkara yang dapat membatalkan wudlu’ itu ada 4 :
1.                  Keluarnya sesuatu perkara dari qubul (jalan depan ) atau dubur ( jalan belakang ) baik berupa benda / angin.
2.                  Menyentuh kelamin dengan menggunakan telapak tangan atau telapaknya jari – jari tangan baik kelaminnya sendiri / orang lain.
3.                  Menyentuh kulitnya orang perempuan ajnabi (yang bukan muhrim yakni wanita yang tidak ada hubungan darah , anak kecil sudah mencapai umur 5 thn yakni batas – batasnya shahwat ) tanpa adanya perkara yang menghalang – halangi.
4.                  Hilangnya akal baik yang di sebabkan mabuk , terkejut , gila , ayan / epilepsi , atau tidur  yang tidak menetapi tempatnya duduk.


Keterangan :
o   Mukhrim adalah orang yang ada hubungan darah baik yang di sebabkan keturunan / nasab , sebab jalinan pernikahan , sebab mertua , atau karena sebab rodo’ ( tunggal suson ).

Perkara yang di hukumi najis itu ada 9 :
1.       Perkara yang keluar dari jalan dua seperti kencing dll.
2.       Kotoran hewan.
3.       Darah.
4.       Nanah.
5.       Muntah.
6.       Arak / khomer.
7.       Bangkai kecuali bangkainya manusia , ikan ,dan belalang.
8.       Air susunya hewan yang tidak boleh di makan dagingnya selain .
9.       Anjing , celeng , babi baik keringatnya , air liurnya , jejaknya , atau bulunya.

بَابْ شَرَطَّهْ صَلاَةْ
IX. Bab Syaratnya Sholat.

Syaratnya sholat itu ada 12 :
1.              Badannya , pakaiannya , & tempatnya harus suci dari najis.
2.              Harus suci dari khadast , baik khadast kecil / besar.
3.              Harus masuk waktu.
4.              Harus menutupi ‘aurot.

5.              Harus menghadap qiblat.
6.              Harus beragama islam.
7.              Harus mempunyahi akal.
8.              Harus suci dari haidl dan nifas.
9.              Harus mentakyin ( menentukan ) atau meyakini sholat yang di kerjakan , jika melaksanakan sholat fardlu harus di takyin fardlu , jika sholat sunat harus di takyin sunat.
10.          Tidak boleh meyaqini satu rukun dari  rukun - rukunnya sholat yang wajib ( ada 19 )  itu di yakini sunnat.
11.          Harus menjauhi dari setiap perkara yang dapat membatalkan sholat.
12.          Harus mengetahui gerakan – gerakannya sholat secara tertib.

Keterangan :
Batas – batasannya ‘aurotnya orang laki – laki adalah mulai dari pusar sampai ke dua lutut  , sedangkan  ‘aurotnya orang perempuan adalah mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki kecuali wajah dan telapak tangan.

بَابْ رُوْكُوْنَّهْ صَلاَةْ
X. Bab Rukun – Rukunnya Sholat.

Rukunya sholat itu ada 19 secara berurutan / tartib :
1.              Niat bersamaan dengan bacaan takbirotul ikhrom.
2.              Berdiri dengan tegap jika mampu , jika tidak  mampu boleh dengan duduk  , jika tidak mampu duduk boleh dengan tidur.
3.              Takbirotul ikhrom.
4.              Membaca surat al-fatihah.
5.              Ruku’.
6.              Thuma’ninah.
7.              I’tidal.
8.              Thuma’ninah.
9.              Sujud pertama.
10.           Thuma’ninah.
11.           Duduk di antara dua sujud.
12.           Thuma’ninah.
13.           Sujud ke dua.
14.           Thuma’ninah.
15.           Duduk takhiyat akhir.
16.           Membaca tasyahud akhir.
17.           Membaca sholawat kepada kanjeng nabi.
18.           Mengucapkan salam yang pertama.
19.           Tartib / harus berurutan mengerjakannya.

Rukunnya sholat yang ada 19 itu di bagi lagi menjadi 3 bagian :
1.              Rukun qolbiyah ( bangsa hati ) , adapun jumlahnya hanya 1 yaitu niat ( mengucapkan lafat niat di dalam hati / membaca lafat niat di dalam hati ).
2.              Rukun qouliyah ( bangsa ucapan ) , adapun jumlahnya ada 5 : 1. Membaca takbirotul ikhrom. 2. Membaca surat al-fatihah. 3. Membaca tasyahud akhir. 4. Membaca sholawat kepada kanjeng nabi mukhammad shollalloh ‘alaihi wasallam. 5. Mengucapkan salam yang pertama.
3.              Rukun fikliyah ( bangsa pekerjaan ) , adapun jumlahnya ada 13 : 1. Berdiri dengan tegap jika mampu. 2. Ruku’. 3. Thuma’ninnah dalam ruku’. 4. I’tidal. 5. Thuma’ninah dalam i’tidal. 6. Sujud
yang pertama. 7. Thuma’ninah dalam sujud yang pertama. 8. Duduk di antara dua sujud. 9.thuma’ninah dalam duduk di antara dua sujud. 10. Sujud yang kedua. 11. Thuma’ninah dalam sujud yang kedua. 12. Duduk takhiyat akhir. 13. Tartib.

شَرَطَّهْ نِيَةْ
XI. Bab Syaratnya Niat.

Syaratnya niat itu ada dua :
1.                   Harus di ucapkan ketika bersamaan dengan takbirotul ikhrom.
2.                   Harus di ucapkan ketika berdiri.

بَابْ شَرَطَّهْ رُوْكُوْنْ بَغْسَاه فغُوْجَفْ
XII. Bab Syaratnya Qoouliyah ( Bangsa Ucapan )

Syaratnya rukun qouliyah itu ada 7 :
1.         Harus mendengar terhadap kalimah bacaannya sendiri.
2.         Tidak boleh mengurangi / menambahi tasdidnya kalimah yang di baca.
3.         Harus benar mahroj - mahrojnya huruf yang di baca.
4.         Tidak boleh merubah kharokatnya kalimah yang di baca , yang bisa menyebabkan berubah maknanya.
5.         Tidak boleh menambahi huruf pada kalimah  yang di baca , yang bisa menyebabkan berubah maknanya.
6.         Membaca kalimahnya harus langsung.
7.         Harus menertibkan bacaan kalimahnya.

بَابْ شَرَطَّهْ رُوْكُونْ بَغْسَا فغْكَاوِيهْ
XIII. Bab Syaratnya Rukun Fikliyah.

Syaratnya rukun fikliyah itu ada 2 :
1.         Harus harus menyempurnakan satu rukun dari beberapa rukun – rukun sebelum melanjutkan rukun yang lain.
2.         Tidak boleh mempunyahi keyaqinan pada rukun yang lain ketika mengerjakannya.

بَابْ شَرَطْ كترِيْمَانَهْ صَلاَةْ
XIV. Bab Syarat Agar Sholat Dapat Di Terima.

Syarat agar sholat seseorang dapat di terima itu ada 4 :
1.         Harus mengingat – ngingat nama alloh dalam takbirotul ikhrom.
2.         Makanannya , pakaiannya , tempatnya harus halal 100%.
3.         Harus menghadirkan hatinya pada waktu sholat yakni selalu mengingat / menyebut nama  alloh.
4.         Tidak boleh mempunyahi perasaan bahwa sholatnya telah di terima.

بَابْ فُوْجِيهْ
XV. Bab Memuji

Memuji yang di perbolehkan dalam islam itu ada 4 perkara :
1.              Memujinya qodim ‘alal qodim ( قديم على القديم ) seperti alloh memuji pada dhatnya sendiri dengan ucapan ni’mal maula wa ni’man nasyir ( نعم المولى ونعم النصير  ) artinya : alloh adalah sebaik – baiknya tuhan yang wajib di sembah dan sebaik – baiknya dhat yang maha penolong.
2.              Memujinya qodim ‘alal khadist ( قديم على الحادث  ) seperti alloh memuji pada keteguhan nabi aiyub dalam beribadah meskipun nabi ayyub kala itu di beri cobaan yang sangat dhahsyat yakni di beri sakit cacar selama setahun , dengan ucapan ni’mal ‘abdu innahu ‘awwab ( نعم العبد انه اواب ) artinya : sebaik – baiknya orang yang ku kasihi adalah nabi aiyublah orang yang paling berbudi pekerti baik.
3.              Memujinya khadist ‘alal qodim (  ( حادث على القديمseperti halnya ahli surga memuji kepada gusti alloh ketika di masukkan ke surga karena amal sholehnya , dengan ucapan alhamdulillah ( الحمد لله  ) artinya : segala puji bagi alloh yang memasukkan kita menjadi ahli surga.
4.              Memujinya khadist ‘alal khadist ( حادث على الحادث ) seperti memujinya nabi yusuf kepada ratunya ratu mesir yang bernama ratu qithfir ‘aziz dengan ucapan innahu robbi akhsa matswaya ( انه ربي احسن مثواي  ) artinya : sesungguhnya ratu qithfir ‘ziz itu adalah ratu ku dan tempat yang paling bagus bagiku.

بَابْ بَطَّلاَّهْ صَلاَةْ
XVI. Bab Perkara Yang Dapat Membatalkan Sholat.

Perkara yang dapat membatalkan sholat itu ada 14 :
1.              Sebab hadast kecil seperti kentut , buang air besar / kencing. atau sebab hadast besar seperti keluarnya seperma.
2.              Sebab kejatuhan najis , jika tidak cepat – cepat di buang seperti kejatuhan tahi cicak.
3.              Sebab terbukanya ‘aurot jika tidak cepat – cepat di tutup , adapun ‘aurotnya orang laki – laki itu adalah mulai dari pusar sampai lutut. Dan ‘aurotnya orang perempuan itu adalah mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki kecuali telapak tangan dan wajah.
4.              Sebab mengucapkan dua huruf meskipun tidak  ada tujuan memberi isyarat atau mengucapkan satu huruf dengan tujuan memberi isyarat dan di sengaja.
5.              Sebab melakukan sesuatu perkara yang membatalkan puasa seperti memasukkan jari kedalam lubang hidung.
6.              Sebab makan / minum yang banyak  karena lupa dan apabila makan / minum yang sedikit karena lupa maka sholatnya tidak  batal.
7.              Sebab gerak tiga kali berturut – turut yang tidak ada selang waktu yang lama meski pun karena lupa.
8.              Sebab meloncat yang cepat / keras.
9.              Sebab memukul yang sangat keras.
10.          Sebab menambahi rukun fikliyah ( bangsa pekerjaan ) dengan sengaja.
11.          Sebab mendahuluhi dua rukun dari imam / mengakhirkan dua rukun dari imam bukan di sebabkan udhur sholatnya berjama’ah.
12.          Sebab niat keluar dari sholat pada waktu di tengah – tengah sholat.
13.          Sebab menggantungkan niat keluarnya sholat pada sesuatu seperti mempunyai niat “ bila zaid datang , sholatku akan ku putuskan “, jika seperti itu maka sholatnya batal seketika itu meski pun zaid tidak datang.
14.          Sebab ragu – ragu terhadap batalnya sholat sampai mempunyahi niat seperti ini “ apakah sholatku ini batal / tidak ,” maka sholatnya langsung batal seketika itu.




بَابْ بَطَّلاَّهْ صّلاَةْ اَوَّلْ
XVII. Bab Penjelasan Perkara Yang Dapat Merusak / Membatalkan Pada Bab  XVI.

Perkara yang dapat merusak / membatalkan setiap perkara yang tercantum pada bab  XVI. Itu ada 12 perkara :
1.         Mentiadakan salah satu syarat dari kesemuanya syaratnya sholat yang ada dengan sengaja , tidak sengaja , lupa , / bodoh yakni tidak tahu hukumnya.
2.         Mentiadakan salah satu rukun dari kesemuanya rukunnya sholat yang ada , yang sengaja di tinggalkan , namun apabila meninggalkannya karena lupa maka wajib mengulangi rukun yang telah di tinggalkan secara langsung jika sholatnya belum selesai , seperti orang sholat dhuhur pada roka’at pertama ia lupa tidak membaca surat al-fatihah , lalu pada roka’at yang keempat ia ingat bahwa pada roka’at pertama ia tidak membaca surat al-fatihah , maka ia wajib menambahi satu roka’at lagi karna roka’at yang pertama tidak di hitung sebab ada satu rukun yang di tinggalkan.
3.         Menambahi salah satu rukun fikliyah ( bangsa pekerjaan ) maka sholatnya menjadi batal seperti merubah niat sholat , menambahi takbirotul ‘ikhrom , mengucapkan salam yang bukan tempatnya. Pengecualian di perbolehkan menambahi bacaan / do’a setelah membaca surat al-fatihah , takhiyat akhir , dan setelah membaca sholawat , meskipun dengan sengaja sholatnya tidak batal.
4.         Bergerak tiga kali baik keras atau pelan – pelan meski pun dengan sengaja / tidak sengaja.
5.         Makan atau minum meski pun sedikit dengan sengaja menelannya kecuali menelannya itu di karenakan lupa maka sholatnya tidak batal walau kelupaanya itu di sebabkan tidak tahu hukumnya , orang yang baru masuk islam , orang yang jauh dari jangkauan ulama’ yang tidak ada waktu untuk belajar atau udhur.
6.         Mengerjakan perkara yang dapat membatalkan puasa selain makan dan minum seperti memasukan sesuatu kedalam salah satu lubang pada anggota tubuh meski pun karena lupa.
7.         Niat keluar dari sholat meski pun niatnya itu tidak keluar sungguh – sungguh cuman pura – pura saja maka sholatnya batal seketika itu juga.
8.         Menggantungkan niat keluarnya sholat pada sesuatu seperti mempunyahi niat “ jika si zaid datang pasti sholatku sudah selesai “ apabila mempunyahi niat seperti itu meski pun niatnya tidak sungguh - sungguh maka sholatnya langsung batal seketika itu juga.
9.         Ragu – ragu terhadap batalnya sholat , sampai mempunyahi niat seperti apakah sholatku ini batal / tidak , maka sholatnya langsung batal seketika itu juga meskin pun niatnya itu tidak sungguh – sungguh.
10.      Ragu – ragu dalam satu kewajiban dari beberapa kewajibannya niat pabila masa ragu – ragunya itu terlalu lama / sebentar yang sekiranya dapat di buat mengerjakan satu rukun maka sholatnya batal.
11.      Memutuskan rukun fikliyah yang di sebabkan mengerjakan perkara yang sunnat , yang mana perkara sunat tersebut di tinggalkan karena lupa seperti orang sholat yang tidak mengerjakan qunut / takhiyat awal karena lupa , lalu pada rukun berikutnya / roka’at berikutnya ia ingat bahwa ia tidak qunut / membaca takhiyat awal , terus ia langsung  kembali pada rukun (qunut) / takhiyat yang di tinggalkan maka sholatnya batal seketi itu juga dan hukumnya kembali pada rukun (qunut) / takhiyat yang di tinggalkan itu haram.
12.      Tetap melanjutkan rukun (tidak cepat – cepat kembali pada rukun yang yakin di tinggalkan / ragu – ragu terhadap rukun yang di tinggalkan ) maka sholatnya batal jika ragu – ragunya tersebut terlalu lama , jika ragu – ragunya itu tidak lama / langsung kembali pada rukun yang di tinggalkan maka sholatnya tidak batal.

بَابْ شَرَطَّهْ اَسَانَهْ فَاسَاهْ
XVIII. Bab Syarat Niatnya Puasa.

Syarat niatnya puasa itu ada 4 :
1.       Harus beragama islam.
2.       Harus mempunyahi akal.
3.       Harus suci dari haid dan nifas.
4.       Harus mengetahui jatuh temponya / awal bulan yang di wajibkan puasa.

بَابْ شَرَطْ  وَاجِبَّهْ فَاسَاهْ
XIX. Bab Syarat Kewajiban Puasa.

Syarat kewajiban puasa itu ada 5 :
1.       Harus beragama islam.
2.       Harus mukallaf ( sudah baligh , mempunyahi akal sehat , sudah tamyiz yakni bisa membedakan perkara yang jelek dan yang bagus.).
3.       Harus kuat ( tidak ada udhur untuk tidak mengerjakan puasa).
4.       Harus sehat tidak sakit.
5.       Harus mukim ( bertempat tinggal / indekos) atau mustautin ( bertempat tinggal / berdomisi untuk selamanya yakni tidak berpindah – pindah).

بَابْ رُوْكُونَّهْ فَاسَاهْ

XX. Bab Rukunnya Puasa.

Rukunnya puasa itu ada 3 :
1.       Harus melafatkan niat (niat dalam hati) waktu malam hari.
2.       Harus menjauhi segala macam perkara yang dapat membatalkan puasa.
3.       Adanya orang yang menjalankan puasa.

بَابْ بَطَّلاَّهْ فَاسَاهْ
XXI. Bab Perkara Yang Dapat Membatalkan Puasa.

Perkara yang dapat membatalkan puasa itu ada 10 :
1.         Sebab murtad (keluar dari islam).
2.         Sebab haid.
3.         Sebab nifas.
4.         Sebab melahirkan.
5.         Sebab gila meski pun sebentar.
6.         Sebab ayan.
7.         Sebab mabuk – mabukan.
8.         Sebab muntah yang di sengaja.
9.         Sebab masuknya sesuatu ke semuanya lubang anggota tubuh yang tembus ke dalam perut seperti makan , minum , dan masuknya air dari lobang dubur , kuping , hidung , dan dari mulut.
10.      Sebab wathik / bersetubuh , mengeluarkan seperma dengan sengaja (onani / oral).

~  خَــاتِــــمَةٌ   ~
XXII. Penutupan Dan Penyampurnaan

Lafadl – Lafadlnya Niat Sholat Fardlu Dan Yang Bersangkutan

Niatnya Wudlu’ :
نَوَيْتُ اْلوُضُوءَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul  wudlu’a  lirof ’il  khadatsil  asyghori  fardlon  lillahi  ta’ala.
Artinya :
Saya niat berwudlu’ karena menghilangkan khadats kecil , fardlu ,karena alloh semata.

Niatnya Mandi Besar  (  Setelah Keluarnya Seperma /  Bersetubuh / Suci Dari Haid ) :

نَوَيْتُ اْلغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul  ghusla  lirof ’il  khadatsil  akbari  fardlon  lillahi  ta’ala.
Artinya :
Saya niat mandi  karena menghilangkan khadats besar , fardlu , karena alloh semata.

Niatnya Mandi Hari Jum’at :
نَوَيْتُ اْلغُسْلَ لِخُضُوْرِ اْليَوْمِ اْلجُمْعَةِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul  ghusla  likhuduril  yaumil  jum’ati  sunnatan  lillahi  ta’ala.
Artinya :
Saya niat mandi  karena mau menjalankan sholat jum’at , sunat , karena alloh semata.

Lafadlnya Adzan :
اَللهُ اَكْبَرْ . اَللهُ اَكْبَرْ   2×
Allohu  akbar . allohu  akbar  2X.
Artinya :
Alloh maha besar . alloh maha besar

اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ   2×
Ashadu  an  lailiha  illalloh  2X.
Artinya :
Aku bersaksi bahwa sesungguhnya tiada tuhan yang wajib di sembah selain alloh.

اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ   2×
Ashadu  anna  mukhammadar  rosululloh  2X.
Artinya :
Aku bersaksi bahwa sesungguhnya nabi mukhammad adalah utusannya alloh.

حَيَّ عَلَى الصَّلاَةْ   2×
Khaiya  ‘alash   sholakh  2X.
Artinya :
Marilah kita mendirikan sholat.

حَيَّ عَلَى اْلفَلاَحْ   2×
Khaiya  ‘alal  falakh  2X.
Artinya :
Marilah kita menuju kemenangan.

اَللهُ اَكْبَرْ . اَللهُ اَكْبَرْ
Allohu  akbar  . allohu  akbar.
Artinya :
Alloh maha besar . alloh maha besar .

لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ
Lailaha  illalloh .
Artinya :
Tiada tuhan yang wajib di sembah selain alloh.

Niatnya Sholat Dhuhur :
اُصَلّـِى فَرْضَ الظُّهْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ اَدَاءً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ مَاءْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى . اَللهُ اَكْبَرْ.

Usholli fardlodh dhuhri arba’a roka’atin adaan mustaqbilal qiblati mak muman lillahi ta’ala . allohu akbar.
Artinya :
Saya niat sholat fardu dhuhur empat roka’at hale melaksanakan kewajiban , hale menghadap qiblat , hale menjadi makmum , karena alloh semata . allohu akbar.



Niatnya Sholat ‘Ashar :
اُصَلّـِى فَرْضَ اْلعَصْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ اَدَاءً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ مَاءْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى . اَللهُ اَكْبَرْ.

 Usholli fardlol  ‘ashri arba’a roka’atin adaan mustaqbilal qiblati mak muman lillahi ta’ala . allohu akbar.
Artinya :
Saya niat sholat fardu ‘ashar empat roka’at hale melaksanakan kewajiban , hale menghadap qiblat , hale menjadi makmum , karena alloh semata . allohu akbar.

Niatnya Sholat Maghrib :
اُصَلّـِى فَرْضَ اْلمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ اَدَاءً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ مَاءْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى . اَللهُ اَكْبَرْ.

Usholli fardlol   maghribi tsalatsa roka’atin adaan mustaqbilal qiblati mak muman lillahi ta’ala . allohu akbar.
Artinya :
Saya niat sholat fardu ‘maghrib tiga roka’at hale melaksanakan kewajiban , hale menghadap qiblat , hale menjadi makmum , karena alloh semata . allohu akbar.

Niatnya Sholat Isya’ :
اُصَلّـِى فَرْضَ اْلعِشَاءِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ اَدَاءً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ مَاءْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى . اَللهُ اَكْبَرْ.

 Usholli fardlol  isya’i  arba’a roka’atin adaan mustaqbilal qiblati mak muman lillahi ta’ala . allohu akbar.
Artinya :
Saya niat sholat fardu isya’ empat roka’at hale melaksanakan kewajiban , hale menghadap qiblat , hale menjadi makmum , karena alloh semata . allohu akbar.

Niatnya Sholat Shubuh :
اُصَلّـِى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ اَدَاءً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ مَاءْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى . اَللهُ اَكْبَرْ.

 Usholli fardlos shubkhi rok’ataini adaan mustaqbilal qiblati mak muman lillahi ta’ala . allohu akbar.
Artinya :
Saya niat sholat fardu shubuh dua roka’at hale melaksanakan kewajiban , hale menghadap qiblat , hale menjadi makmum , karena alloh semata . allohu akbar.

Niatnya Sholat Jum’at :
اُصَلّـِى فَرْضَ اْلجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ اَدَاءً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ مَاءْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى . اَللهُ اَكْبَرْ.

Usholli fardlol  jum’ati  rok’ataini adaan mustaqbilal qiblati mak muman lillahi ta’ala . allohu akbar.
Artinya :
Saya niat sholat fardu jum’at dua roka’at hale melaksanakan kewajiban , hale menghadap qiblat , hale menjadi makmum , karena alloh semata . allohu akbar.

Lafadlnya Qunut :

اَللَّهـُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ . وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ . وَتَوَلَّـنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّـيْتَ . وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ . وَقِـنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ . فَاِنّـَكَ تَقْضِيْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ . وَاِنَّهُ لاَيَدِلُّ مَنْ وَالَيْتَ . وَلاَيَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ . تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ . فَلَكَ اْلحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ . اَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ . وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيْدِنَا مُحَمَّدِ النَّبِيّ ِ اْلأُمّـِيّ ِ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ

Allohummah  dini  fiman  hadait  .  wa’afini  fiman  ‘aafait . watallani  fiman  tawallait . wabarikli  fima  a’thoit . waqini  syarroma qodhoit . fa innaka  taqdhi  wala yuqdho  ‘alaik  . wa innahu  la  yadhillu  man  walait . walaa ya’izzuman  ‘adait . tabarokta robbana wa ta’alait . falakal  khamdu  ‘alamaa  qodhoit . astaghfiruka  wa  atubu  ilaik  . washollallohu  ‘ala  syaiyidina  mukhammadinin  nabiyil  ummiyi  wa ‘ala  alihi  washokhbihi  wa sallam.

Lafadlnya Tasyahud Akhir / Takhiyat  Akhir :

اَلتَّحِيَّاتُ اْلمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيّـِبَاتُ  ِلله . اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ . اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْن . اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ الله . وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله . اَللَّهُمَّ صَلّ ِ عَلَى سَيّـِدِنَا مُحَمَّدْ . وَعَلَى اَلِ سَيّـِدِنَا مُحَمَّدْ . كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيّـِدِنَا اِبْرَاهِيْم . وَعَلَى اَلِ سَيّـِدِنَا اِبْرَاهِيْم . وَبَارِكْ عَلَى سَيّـِدِنَاَ مُحَمَّدْ . وَعَلَى اَلِ سَيّـِدِنَا مُحَمَّدْ . كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيّـِدِنَا اِبْرَاهِيْم . وَعَلَى اَلِ سَيّـِدِنَا اِبْرَاهِيْم . فِي اْلعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

At  takhiy  yatul  mubarokatus  sholawatut  thoiyiba  tu lillah  . assalamu  ‘alaika  aiyuhan  nabiyyu  wa rohmatullohi  wabarokatuh  .  assalamu  ‘alaina  wa ‘ala  ‘ibadillahis  sholikhin  .  asyhadu  al lailaha  illalloh  . wa  asyhadu  anna  mukhammadar  rosululloh  .  allohumma  sholli  ‘ala  saiyidina  mukhammad  .  wa ‘ala  ali  saiyidina  mukhammad  .  kama  shollaita  ‘ala  saiyidina  ibrohim  .  wa ‘ala  ali  saiyidina  ibrohim  .  wabarik   ‘ala  saiyidina  mukhammad  .  wa ‘ala  ali  saiyidina  mukhammad  .  kama  barokta  ‘ala  saiyidina  ibrohim  .  wa ‘ala  ali  saiyidina  ibrohim  .  fil   ‘alamina  innaka  khamidum  majidd.

Lafadl – Lafadlnya Niat Yang Bersangkutan Pada Bulan Romadlon

Niatnya Puasa Romadlon :
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ اَنْ اَدَاءِ فَرْضِِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ اْلسَنَةِ اِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu  shouma  ghodin  an  adai  fardli  syahri  romadlona  hadihis  sanati  imanan  wakhtisaban  lillahi ta’ala.
Artinya :
Saya niat puasa pada besok pagi karena mendatangi fardlunya puasa romadlon tahun ini , karena iman , karena mencari pahala , dan karena alloh semata.

Niatnya Sholat Tarawih :
اُصَلّـِى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ اَدَاءً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ مَاءْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى . اَللهُ اَكْبَرْ.

Ushholli   sunnatat  tarowikhi  rok’atani  adaan  mustaqbilal  qiblati  makmuman  lillahi ta’ala. Allohu akbar .
Artinya :
Saya niat sholat sunat tarawih dua roka’at hale melaksanakan kewajiban , hale menghadap qiblat , hale menjadi makmum , dan karena alloh semata. Allohu akbar .

Niatnya Sholat Witir  Dua Roka’at :
اُصَلّـِى سُنَّةَ اْلوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ اَدَاءً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ مَاءْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى . اَللهُ اَكْبَرْ.

Ushholli   sunnatal  witri  rok’atani  adaan  mustaqbilal  qiblati  makmuman  lillahi ta’ala.  Allohu akbar.
Artinya :
Saya niat sholat sunat witir dua roka’at hale melaksanakan kewajiban , hale menghadap qiblat , hale menjadi makmum , dan karena alloh semata. Allohu akbar.

Niatnya Sholat Witir  Satu Roka’at :
اُصَلّـِى سُنَّةَ اْلوِتْرِ رَكْعَةً اَدَاءً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ مَاءْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى . اَللهُ اَكْبَرْ.

Ushholli   sunnatal  witri  rok”atan  adaan  mustaqbilal  qiblati  makmuman  lillahi ta’ala.  Allohu akbar.
Artinya :
Saya niat sholat sunat witir satu roka’at hale melaksanakan kewajiban , hale menghadap qiblat , hale menjadi makmum , dan karena alloh semata. Allohu akbar.

Niatnya Mengeluarkan Zakat Fitrah :
نَوَيْتُ اَنْ اُخْرِجَ زَكَاةَ اْلفِطْرِ عَنِ النَّفْسِ / عَنِ اْلوَالَدِى / عَنِ اْلزَوْجِي فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu  an  ukhrija  zakatal  fitri  aninnafsi / anil  waladi / aniz  zauji  fardlon  lillahi  ta’ala.
Artinya :
Saya niat mengeluarkan zakat fitrah atas diri saya sendiri / atas hak anak saya / atas hak istri saya , karena wajib , dan karena alloh semata.

Niatnya Sholat Idul Fitri :
اُصَلّـِى سُنَّةَ اْلعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ اَدَاءً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ مَاءْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى . اَللهُ اَكْبَرْ.
Ushholli   sunnatal  ‘idil  fitri  rok’atani  adaan  mustaqbilal  qiblati  makmuman  lillahi ta’ala.  Allohu akbar.
Artinya :
Saya niat sholat sunat idul fitri dua roka’at hale melaksanakan kewajiban , hale menghadap qiblat , hale menjadi makmum , dan karena alloh semata. Allohu akbar.

Niatnya Mandi Hari Raya Idul Fitri :
نَوَيْتُ اْلغُسْلَ لِخُضُوْرِ اْلعِيْدِ اْلفِطْرِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul  ghusla  likhuduril  ‘idil   fitri  sunnatan  lillahi  ta’ala.
Artinya :
Saya niat mandi  karena mau menjalankan sholat idul fitri , sunat , karena alloh semata.

Niatnya Sholat Idul  Adha :
اُصَلّـِى سُنَّةَ اْلعِيْدِ اْلاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ اَدَاءً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ مَاءْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى . اَللهُ اَكْبَرْ.

Ushholli   sunnatal  ‘idul  adha  rok’atani  adaan  mustaqbilal  qiblati  makmuman  lillahi ta’ala.  Allohu akbar.
Artinya :
Saya niat sholat sunat idul adha dua roka’at hale melaksanakan kewajiban , hale menghadap qiblat , hale menjadi makmum , dan karena alloh semata. Allohu akbar.

Niatnya Mandi Hari Raya Idul  Adha :
نَوَيْتُ اْلغُسْلَ لِخُضُوْرِ اْلعِيْدِ اْلاَضْحَى سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul  ghusla  likhuduril  ‘idil  adha  sunnatan  lillahi  ta’ala.
Artinya :
Saya niat mandi  karena mau menjalankan sholat idul adha , sunat , karena alloh semata.


تــَـــمـّـَــــتْ


Alhamdulillah terjemahan ini telah selesai pada hari senin malam selasa tgl 28 romadlon 1431 H. / 07 september 2010 M. Pabila ada kesalahan mohon di benarkan , karena kami hanyalah manusia biasa yang lemah dan banyak kesalahan. Semoga bisa bermanfaat dunia sampai akhirat.
Amin.. amin.. yarobbal ‘alamin.