Kitab – Kitab Salaf Aswaja
ترجمة دغان باهاسا اندونسيا داري
كتاب
دَرَاسَةُ السَّلَفِيَّةُ
لتعليم التلاميذ في المعهد السلفية
تأليف
كياهي حبيب الله بن طيب
اسم اكو غ – بانجر ساري
نـفـعـــنـا
الله وبـــعـلومه امــــين
بسم الله الرحمن
الرحيم
Bismillahir rohmanir rokhim
I. Dua Kalimah Syahadat
اَشْهَدُ
اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ الله ُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ
Ashadu an laa ilaha ilalloh wa’ashadu anna mukhammadar
rosululloh.
Artinya :
Saya bersaksi bahwa sesungguhnya tiada tuhan yang wajib
di sembah kecuali hanya gusti alloh
Dan saya bersaksi bahwa kanjeng nabi mukhammad adalah
utusannya gusti alloh subkhanahu wata’ala
بَابُ شَرَطَّهْ اِسْلاَمْ
II. Bab Syaratnya Agama Islam
Syaratnya agama
islam itu ada 5 :
1.
Baligh yakni sudah menetapi salah
satu dari 3 syarat : 1. Sudah mencapai umur 15 tahun , 2. Sudah pernah keluar
manni / seperma , 3. Keluarnya haid /nifas.
2.
Mempunyahi akal sehat yakni tidak
gila.
3.
Mengucapkan dua kalimah syahadat.
4.
Menertibkan ucapan dua kalimah
syahadat.
5.
Mengikuti dan menjalankan ajaran
kanjeng nabi mukhammad shollallohu
‘alaihi wasallam.
بَابُ رُكُوْنَّهْ اِسْلاَمْ
III. Bab Rukunnya Agama Islam Dan Hukum Islam.
Rukunnya agama
islam itu ada 5 :
1.
Mengucapkan dua kalimah syahadat.
2.
Mengerjakan sholat lima waktu.
3.
Menunaikan ibadah puasa di bulan
romadlon.
4.
Mengeluarkan zakat.
5.
Menunaikan ibadah haji ke baitulloh
(rumahnya alloh) bila mampu.
Hukum – hukum
agama islam itu ada 5 :
1.
Fardlu :
setiap perkara yang wajib dikerjakan
bagi setiap orang mukallaf ( sudah baligh , sudah tamyizs , mempunyai akal
sehat , beragama islam ) , apabila di kerjakan akan mendapat pahala dan apabila
di tinggalkan akan mendapat siksa.
Adapun fardlu di bagi menjadi dua :
o Fardlu ain
adalah perkara yang wajib di kerjakan bagi setiap orang mukallaf jika ada salah satu orang yang mengerjakan
tidak dapat menggugurkan kewajiban yang lain seperti sholat , puasa di bulan
romadlon.
o Fardlu kifayah
adalah perkara yang wajib di kerjakan bagi semua orang mukallaf , dan
apabila ada salah satu orang yang mengerjakan dapat menggugurkan kewajiban yang
lain seperti sholat janazah.
2.
Sunnat :
Setiap perkara yang sunat di
kerjakan bagi orang mukallaf , apabila di kerjakan akan mendapat pahala , dan
apabila di tinggalkan tidak mendapatkan siksa.
3.
Mubah :
Perkara yang wenang / boleh di
kerjakan bagi orang mukallaf , dan apabila di kerjakan atau di tinggalkan tidak
mendapat apa – apa.
4.
Haram :
Perkara yang harus di tinggalkan
bagi setiap orang mukallaf , apabila di tinggalkan akan mendapat pahala , dan
apabila di kerjakan akan mendapat siksa.
5.
Makruh :
Perkara yang sunat di tinggalkan
bagi setiap orang muykallaf , apabila di tinggalkan akan mendapat pahala , dan
apabila di kerjakan tidak mendapat siksa
بَابُ شَرَطَّهْ اِيْمَانْ
IV. Bab Syaratnya Iman
Syaratnya iman
itu ada 7 :
1.
Baligh.
2.
Mengikuti semua ajaran kanjeng
rosul.
3.
Tidak boleh menghalalkan perkara /
pekerjaan yang sudah jelas keharamannya.
4.
Tidak boleh mengharamkan perkara /
pekerjaan yang sudah jelas kehalalannya.
5.
Tidak boleh memungkiri perkara /
pekerjaan yang sudah jelas kewajibannya.
6.
Tidak boleh mengerjakan perkara /
pekerjaan yang bisa mengakibatkan kufur (keluar dari ajaran agama islam).
7.
Tidak boleh mengucapkan sesuatu
perkara yang dapat mengakibatkan kekufuran.
Keterangan :
o Kekufuran
adalah keluar dari ajaran agama islam / menyekutukan alloh dengan yang orang
lain.
o Tamyizs adalah
sudah bisa membedakan antara perkara yang bagus dan jelek.
o Baligh yakni
sudah menetapi salah satu dari 3 syarat : 1. Sudah mencapai umur 15 tahun , 2.
Sudah pernah keluar manni / seperma , 3. Keluarnya haid /nifas.
بَابُ رُوْكُنَّهْ اِيْمَانْ
V. Bab Rukunnya Iman
Rukunnya iman
itu ada 6 :
1.
Iman kepada alloh bahwa alloh adalah
satu dhat , satu sifat , satu pekerjaan dan tidak ada satu pun yang dapat
menyamahinya.
2.
Iman kepada semua malaikatnya alloh
yakni harus yakin & percaya bahwa malaikatnya alloh itu banyak macamnya , yang di ciptakan dari cahaya tanpa ayah &
tanpa ibu , tidak menikah / di nikahi & tidak beranak / di lahirkan , tidak
makan , tidak minum , dan juga tidak tidur. Adapun malaikat yang wajib di
ketahui secara terperinci itu ada 10 : 1. Malaikat jibril yang bertugas
menyampaikan wahyu kepada kesemuanya nabi yang menjadi utusannya alloh . 2.
Malaikat mikail yang bertugas membagikan rizqi dan menurunkan hujan. 3.
Malaikat isyrofil yang bertugas meniup sengkala besok di hari qiyamat. 4.
Malaikat ‘izroil yang bertugas mencabut nyawa. 5. Malaikat munkar yang bertugas
menanyahi orang yang sudah mati di dalam kubur. 6. Malaikat nakir yang bertugas
menanyahi orang yang sudah mati di dalam kubur. 7. Malaikat roqib yang
3.
bertugas mencatat amal / pekerjaan
bagus seseorang / manusia. 8. Malaikat ‘atit yang bertugas mencatat amal /
pekerjaan jelek seseorang / manusia. 9. Malaikat malik yang bertugas menjaga
pintu neraka. 10. Malaikat ridwan yang bertugas menjaga pintu surga.
4.
Iman kepada kitab – kitabnya alloh .
Yakni banyaknya kitab – kitabnya alloh itu ada 104 : 10 di turunkan kepada nabi
adam , 50 di turunkan kepada nabi syist , 30 di turunkan kepada nabi idris , 10
di turunkan kepada nabi ibrohim , 1 diturunkan kepada nabi musa , 1 di turunkan
kepada nabi dawud , 1 di turunkan kepada nabi ‘isa , 1 di turunkan kepada nabi
mukhammad. Adapun kitab – kitabnya alloh yang wajib di imani / di ketahui itu
ada 4 : 1. Kitab taurot yang di turunkan kepada nabi musa. 2. Kitab zabur yang
di turunkan kepada nabi dawud. 3. Kitab injil yang di turunkan kepada nabi
‘isa. 4. Kitab al-qur’anul karim kitab yang paling sampurna yang di turunkan
kepada nabi mukhammad shollallohu ‘alaihi wasallam.
5.
Iman kepada kesemuanya utusannya
alloh. Yakni jumlah utusannya alloh keseluruhan ada 313 rosul / utusan. Adapun
nabi / utusan yang wajib di imani / di ketahui secara terperinci itu ada 25
utusan : 1. Nabi adam. 2. Nabi idris. 3. Nabi nuh. 4. Nabi hud. 5. Nabi sholeh.
6. Nabi ibrohim. 7. Nabi luth. 8. Isma’il. 9. Iskhaq. 10. Nabi ya’qub. 11. Nabi
yusuf. 12. Nabi aiyub. 13. Nabi syu’aib. 14. Nabi harun. 15. Nabi musa. 16.
Nabi yasa’. 17. Nabi dhul kifli. 18. Nabi dawud. 19. Nabi sulaiman. 20. Nabi
ilyas. 21. Nabi yunus. 22. Nabi zakariyah. 23. Nabi yahya. 24. Nabi ‘isa. 25.
Nabi akhir zaman tiada nabi lagi setelahnya yaitu nabi mukhammad shollallohu
‘alaihi wasallam. Dan sekian banyaknya jumlah nabi 124.000. nabi yang pertama
adalah nabi adam dan nabi yang terakhir adalah nabi mukhammad tidak ada lagi
nabi setelahnya.
6.
Jman kepada hari akhir / hari
qiyamat. Yakni harus yakin & percaya dengan adanya hari qiyamat ( hari
pembalasan ) kelak.
7.
Iman kepada takdir bagus / jelek itu
semua ujian dari alloh.
Keterangan :
o Rosul adalah
orang yang di beri wahyu dan di perintahkan untuk menyampaikan kepada semua
manusia.
o Nabi adalah
orang yang di beri wahyu tetapi tidak di perintahkan untuk menyampaikannya.
o Hari qiyamat
adalah hari pembalasan , di mana dunia ini telah hancur lebur tanpa bekas , dan
tidak ada satu pun yang dapat menolong hanya amal sholeh kita sendiri.
بَابْ شَرَطَّهْ وُضُؤْ
VI. Bab Syaratnya Wudlu’
Syaratnya
wudlu’ itu ada 10 :
1.
Harus beragama islam.
2.
Harus tamyisz
3.
Harus suci dari haidl dan nifas.
4.
Harus tidak ada perkara yang dapat mencegah
/ menghalang – halangi meresapnya air terhadap kulit yang menjadi anggota
wudlu’ seperti minyak goreng , cat ,
lilin , tintah , lem , dll.
5.
Pada salah satu anggota wudlu’nya seseorang , tidak boleh ada perkara (
perkara najis ) yang dapat merubah
setatus air yang mau di buat wudlu’.
6.
Harus mengetahui bahwa wudlu’ itu
hukumnya wajib.
7.
Tidak boleh meyakini perkara yang
fardlu (wajib) dalam wudlu’ di yakini sunnat.
8.
Air yang di buat wudlu’ itu harus
suci dan bisa mensucikan seperti air sumber , air laut , air sungai , air sumur , air hujan , air salju , dan air
embun.
9.
Harus masuk waktunya.
10.
Harus mempercepat wudlu’nya bagi
orang yang selalu berhadas ( beser ).
بَابْ فَرْضُوْنَهْ وُضُؤْ
VII. Bab Fardlunya Wudlu’.
Fardlunya
wudlu’ itu ada 6 :
1.
Niat yang di ucapkan bersamaan
dengan membasuh wajah.
2.
Membasuh wajah.
3.
Membasuh kedua tangan sampai kedua
siku.
4.
Mengusap sebagian kepala.
5.
Membasuh kedua kaki sampai mata kaki
dua.
6.
Tertib / secara berurutan
mengerjakannya.
بَابْ بَطَّلاَّهْ وُضُؤْ
VIII. Bab Perkara Yang Dapat Membatalkan Wudlu’ Dan Perkara Najis
Perkara yang
dapat membatalkan wudlu’ itu ada 4 :
1.
Keluarnya sesuatu perkara dari qubul
(jalan depan ) atau dubur ( jalan belakang ) baik berupa benda / angin.
2.
Menyentuh kelamin dengan menggunakan
telapak tangan atau telapaknya jari – jari tangan baik kelaminnya sendiri /
orang lain.
3.
Menyentuh kulitnya orang perempuan
ajnabi (yang bukan muhrim yakni wanita yang tidak ada hubungan darah , anak
kecil sudah mencapai umur 5 thn yakni batas – batasnya shahwat ) tanpa adanya
perkara yang menghalang – halangi.
4.
Hilangnya akal baik yang di sebabkan
mabuk , terkejut , gila , ayan / epilepsi , atau tidur yang tidak menetapi tempatnya duduk.
Keterangan :
o
Mukhrim adalah orang yang ada
hubungan darah baik yang di sebabkan keturunan / nasab , sebab jalinan
pernikahan , sebab mertua , atau karena sebab rodo’ ( tunggal suson ).
Perkara yang di
hukumi najis itu ada 9 :
1.
Perkara yang keluar dari jalan dua
seperti kencing dll.
2.
Kotoran hewan.
3.
Darah.
4.
Nanah.
5.
Muntah.
6.
Arak / khomer.
7.
Bangkai kecuali bangkainya manusia ,
ikan ,dan belalang.
8.
Air susunya hewan yang tidak boleh
di makan dagingnya selain .
9.
Anjing , celeng , babi baik
keringatnya , air liurnya , jejaknya , atau bulunya.
بَابْ شَرَطَّهْ صَلاَةْ
IX. Bab Syaratnya Sholat.
Syaratnya
sholat itu ada 12 :
1.
Badannya , pakaiannya , & tempatnya
harus suci dari najis.
2.
Harus suci dari khadast , baik
khadast kecil / besar.
3.
Harus masuk waktu.
4.
Harus menutupi ‘aurot.
5.
Harus menghadap qiblat.
6.
Harus beragama islam.
7.
Harus mempunyahi akal.
8.
Harus suci dari haidl dan nifas.
9.
Harus mentakyin ( menentukan ) atau
meyakini sholat yang di kerjakan , jika melaksanakan sholat fardlu harus di
takyin fardlu , jika sholat sunat harus di takyin sunat.
10.
Tidak boleh meyaqini satu rukun dari
rukun - rukunnya sholat yang wajib ( ada
19 ) itu di yakini sunnat.
11.
Harus menjauhi dari setiap perkara
yang dapat membatalkan sholat.
12.
Harus mengetahui gerakan –
gerakannya sholat secara tertib.
Keterangan :
Batas – batasannya ‘aurotnya orang
laki – laki adalah mulai dari pusar sampai ke dua lutut , sedangkan
‘aurotnya orang perempuan adalah mulai dari ujung rambut sampai ujung
kaki kecuali wajah dan telapak tangan.
بَابْ رُوْكُوْنَّهْ صَلاَةْ
X. Bab Rukun – Rukunnya Sholat.
Rukunya sholat
itu ada 19 secara berurutan / tartib :
1.
Niat bersamaan dengan bacaan
takbirotul ikhrom.
2.
Berdiri dengan tegap jika mampu ,
jika tidak mampu boleh dengan duduk , jika tidak mampu duduk boleh dengan tidur.
3.
Takbirotul ikhrom.
4.
Membaca surat al-fatihah.
5.
Ruku’.
6.
Thuma’ninah.
7.
I’tidal.
8.
Thuma’ninah.
9.
Sujud pertama.
10.
Thuma’ninah.
11.
Duduk di antara dua sujud.
12.
Thuma’ninah.
13.
Sujud ke dua.
14.
Thuma’ninah.
15.
Duduk takhiyat akhir.
16.
Membaca tasyahud akhir.
17.
Membaca sholawat kepada kanjeng
nabi.
18.
Mengucapkan salam yang pertama.
19.
Tartib / harus berurutan
mengerjakannya.
Rukunnya sholat
yang ada 19 itu di bagi lagi menjadi 3 bagian :
1.
Rukun qolbiyah ( bangsa hati ) ,
adapun jumlahnya hanya 1 yaitu niat ( mengucapkan lafat niat di dalam hati /
membaca lafat niat di dalam hati ).
2.
Rukun qouliyah ( bangsa ucapan ) ,
adapun jumlahnya ada 5 : 1. Membaca takbirotul ikhrom. 2. Membaca surat
al-fatihah. 3. Membaca tasyahud akhir. 4. Membaca sholawat kepada kanjeng nabi
mukhammad shollalloh ‘alaihi wasallam. 5. Mengucapkan salam yang pertama.
3.
Rukun fikliyah ( bangsa pekerjaan )
, adapun jumlahnya ada 13 : 1. Berdiri dengan tegap jika mampu. 2. Ruku’. 3.
Thuma’ninnah dalam ruku’. 4. I’tidal. 5. Thuma’ninah dalam i’tidal. 6. Sujud
yang pertama. 7. Thuma’ninah dalam sujud yang pertama. 8. Duduk di antara
dua sujud. 9.thuma’ninah dalam duduk di antara dua sujud. 10. Sujud yang kedua.
11. Thuma’ninah dalam sujud yang kedua. 12. Duduk takhiyat akhir. 13. Tartib.
شَرَطَّهْ نِيَةْ
XI. Bab Syaratnya Niat.
Syaratnya niat
itu ada dua :
1.
Harus di ucapkan ketika bersamaan
dengan takbirotul ikhrom.
2.
Harus di ucapkan ketika berdiri.
بَابْ شَرَطَّهْ رُوْكُوْنْ بَغْسَاه فغُوْجَفْ
XII. Bab Syaratnya Qoouliyah ( Bangsa Ucapan )
Syaratnya rukun
qouliyah itu ada 7 :
1.
Harus mendengar terhadap kalimah
bacaannya sendiri.
2.
Tidak boleh mengurangi / menambahi
tasdidnya kalimah yang di baca.
3.
Harus benar mahroj - mahrojnya huruf
yang di baca.
4.
Tidak boleh merubah kharokatnya
kalimah yang di baca , yang bisa menyebabkan berubah maknanya.
5.
Tidak boleh menambahi huruf pada
kalimah yang di baca , yang bisa menyebabkan
berubah maknanya.
6.
Membaca kalimahnya harus langsung.
7.
Harus menertibkan bacaan kalimahnya.
بَابْ شَرَطَّهْ رُوْكُونْ بَغْسَا فغْكَاوِيهْ
XIII. Bab Syaratnya Rukun Fikliyah.
Syaratnya rukun
fikliyah itu ada 2 :
1.
Harus harus menyempurnakan satu
rukun dari beberapa rukun – rukun sebelum melanjutkan rukun yang lain.
2.
Tidak boleh mempunyahi keyaqinan pada
rukun yang lain ketika mengerjakannya.
بَابْ شَرَطْ كترِيْمَانَهْ صَلاَةْ
XIV. Bab Syarat Agar Sholat Dapat Di Terima.
Syarat agar
sholat seseorang dapat di terima itu ada 4 :
1.
Harus mengingat – ngingat nama alloh
dalam takbirotul ikhrom.
2.
Makanannya , pakaiannya , tempatnya
harus halal 100%.
3.
Harus menghadirkan hatinya pada waktu
sholat yakni selalu mengingat / menyebut nama
alloh.
4.
Tidak boleh mempunyahi perasaan
bahwa sholatnya telah di terima.
بَابْ فُوْجِيهْ
XV. Bab Memuji
Memuji yang di
perbolehkan dalam islam itu ada 4 perkara :
1.
Memujinya qodim ‘alal qodim (
قديم على القديم )
seperti alloh memuji pada dhatnya sendiri dengan ucapan ni’mal maula wa ni’man
nasyir ( نعم المولى ونعم
النصير ) artinya : alloh adalah sebaik – baiknya
tuhan yang wajib di sembah dan sebaik – baiknya dhat yang maha penolong.
2.
Memujinya qodim ‘alal khadist ( قديم على الحادث ) seperti alloh memuji pada keteguhan nabi
aiyub dalam beribadah meskipun nabi ayyub kala itu di beri cobaan yang sangat
dhahsyat yakni di beri sakit cacar selama setahun , dengan ucapan ni’mal ‘abdu
innahu ‘awwab ( نعم العبد انه
اواب ) artinya : sebaik – baiknya orang
yang ku kasihi adalah nabi aiyublah orang yang paling berbudi pekerti baik.
3.
Memujinya khadist ‘alal qodim ( ( حادث على القديمseperti halnya ahli surga memuji
kepada gusti alloh ketika di masukkan ke surga karena amal sholehnya , dengan
ucapan alhamdulillah ( الحمد لله ) artinya : segala puji bagi alloh yang
memasukkan kita menjadi ahli surga.
4.
Memujinya khadist ‘alal khadist ( حادث على الحادث ) seperti
memujinya nabi yusuf kepada ratunya ratu mesir yang bernama ratu qithfir ‘aziz
dengan ucapan innahu robbi akhsa matswaya ( انه ربي احسن مثواي ) artinya : sesungguhnya ratu qithfir ‘ziz itu
adalah ratu ku dan tempat yang paling bagus bagiku.
بَابْ بَطَّلاَّهْ صَلاَةْ
XVI. Bab Perkara Yang Dapat Membatalkan Sholat.
Perkara yang
dapat membatalkan sholat itu ada 14 :
1.
Sebab hadast kecil seperti kentut ,
buang air besar / kencing. atau sebab hadast besar seperti keluarnya seperma.
2.
Sebab kejatuhan najis , jika tidak
cepat – cepat di buang seperti kejatuhan tahi cicak.
3.
Sebab terbukanya ‘aurot jika tidak
cepat – cepat di tutup , adapun ‘aurotnya orang laki – laki itu adalah mulai
dari pusar sampai lutut. Dan ‘aurotnya orang perempuan itu adalah mulai dari
ujung rambut sampai ujung kaki kecuali telapak tangan dan wajah.
4.
Sebab mengucapkan dua huruf meskipun
tidak ada tujuan memberi isyarat atau
mengucapkan satu huruf dengan tujuan memberi isyarat dan di sengaja.
5.
Sebab melakukan sesuatu perkara yang
membatalkan puasa seperti memasukkan jari kedalam lubang hidung.
6.
Sebab makan / minum yang banyak karena lupa dan apabila makan / minum yang
sedikit karena lupa maka sholatnya tidak
batal.
7.
Sebab gerak tiga kali berturut –
turut yang tidak ada selang waktu yang lama meski pun karena lupa.
8.
Sebab meloncat yang cepat / keras.
9.
Sebab memukul yang sangat keras.
10.
Sebab menambahi rukun fikliyah (
bangsa pekerjaan ) dengan sengaja.
11.
Sebab mendahuluhi dua rukun dari
imam / mengakhirkan dua rukun dari imam bukan di sebabkan udhur sholatnya
berjama’ah.
12.
Sebab niat keluar dari sholat pada
waktu di tengah – tengah sholat.
13.
Sebab menggantungkan niat keluarnya
sholat pada sesuatu seperti mempunyai niat “ bila zaid datang , sholatku akan ku
putuskan “, jika seperti itu maka sholatnya batal seketika itu meski pun zaid
tidak datang.
14.
Sebab ragu – ragu terhadap batalnya
sholat sampai mempunyahi niat seperti ini “ apakah sholatku ini batal / tidak ,”
maka sholatnya langsung batal seketika itu.
بَابْ بَطَّلاَّهْ صّلاَةْ اَوَّلْ
XVII. Bab Penjelasan Perkara Yang Dapat Merusak / Membatalkan Pada Bab XVI.
Perkara yang
dapat merusak / membatalkan setiap perkara yang tercantum pada bab XVI. Itu ada 12 perkara :
1.
Mentiadakan salah satu syarat dari
kesemuanya syaratnya sholat yang ada dengan sengaja , tidak sengaja , lupa , /
bodoh yakni tidak tahu hukumnya.
2.
Mentiadakan salah satu rukun dari
kesemuanya rukunnya sholat yang ada , yang sengaja di tinggalkan , namun
apabila meninggalkannya karena lupa maka wajib mengulangi rukun yang telah di
tinggalkan secara langsung jika sholatnya belum selesai , seperti orang sholat
dhuhur pada roka’at pertama ia lupa tidak membaca surat al-fatihah , lalu pada
roka’at yang keempat ia ingat bahwa pada roka’at pertama ia tidak membaca surat
al-fatihah , maka ia wajib menambahi satu roka’at lagi karna roka’at yang
pertama tidak di hitung sebab ada satu rukun yang di tinggalkan.
3.
Menambahi salah satu rukun fikliyah
( bangsa pekerjaan ) maka sholatnya menjadi batal seperti merubah niat sholat ,
menambahi takbirotul ‘ikhrom , mengucapkan salam yang bukan tempatnya.
Pengecualian di perbolehkan menambahi bacaan / do’a setelah membaca surat
al-fatihah , takhiyat akhir , dan setelah membaca sholawat , meskipun dengan
sengaja sholatnya tidak batal.
4.
Bergerak tiga kali baik keras atau
pelan – pelan meski pun dengan sengaja / tidak sengaja.
5.
Makan atau minum meski pun sedikit
dengan sengaja menelannya kecuali menelannya itu di karenakan lupa maka
sholatnya tidak batal walau kelupaanya itu di sebabkan tidak tahu hukumnya ,
orang yang baru masuk islam , orang yang jauh dari jangkauan ulama’ yang tidak
ada waktu untuk belajar atau udhur.
6.
Mengerjakan perkara yang dapat
membatalkan puasa selain makan dan minum seperti memasukan sesuatu kedalam
salah satu lubang pada anggota tubuh meski pun karena lupa.
7.
Niat keluar dari sholat meski pun
niatnya itu tidak keluar sungguh – sungguh cuman pura – pura saja maka
sholatnya batal seketika itu juga.
8.
Menggantungkan niat keluarnya sholat
pada sesuatu seperti mempunyahi niat “ jika si zaid datang pasti sholatku sudah
selesai “ apabila mempunyahi niat seperti itu meski pun niatnya tidak sungguh -
sungguh maka sholatnya langsung batal seketika itu juga.
9.
Ragu – ragu terhadap batalnya sholat
, sampai mempunyahi niat seperti apakah sholatku ini batal / tidak , maka
sholatnya langsung batal seketika itu juga meskin pun niatnya itu tidak sungguh
– sungguh.
10.
Ragu – ragu dalam satu kewajiban
dari beberapa kewajibannya niat pabila masa ragu – ragunya itu terlalu lama / sebentar
yang sekiranya dapat di buat mengerjakan satu rukun maka sholatnya batal.
11.
Memutuskan rukun fikliyah yang di
sebabkan mengerjakan perkara yang sunnat , yang mana perkara sunat tersebut di
tinggalkan karena lupa seperti orang sholat yang tidak mengerjakan qunut /
takhiyat awal karena lupa , lalu pada rukun berikutnya / roka’at berikutnya ia
ingat bahwa ia tidak qunut / membaca takhiyat awal , terus ia langsung kembali pada rukun (qunut) / takhiyat yang di
tinggalkan maka sholatnya batal seketi itu juga dan hukumnya kembali pada rukun
(qunut) / takhiyat yang di tinggalkan itu haram.
12.
Tetap melanjutkan rukun (tidak cepat
– cepat kembali pada rukun yang yakin di tinggalkan / ragu – ragu terhadap
rukun yang di tinggalkan ) maka sholatnya batal jika ragu – ragunya tersebut
terlalu lama , jika ragu – ragunya itu tidak lama / langsung kembali pada rukun
yang di tinggalkan maka sholatnya tidak batal.
بَابْ شَرَطَّهْ اَسَانَهْ فَاسَاهْ
XVIII. Bab Syarat Niatnya Puasa.
Syarat niatnya
puasa itu ada 4 :
1.
Harus beragama islam.
2.
Harus mempunyahi akal.
3.
Harus suci dari haid dan nifas.
4.
Harus mengetahui jatuh temponya /
awal bulan yang di wajibkan puasa.
بَابْ شَرَطْ وَاجِبَّهْ فَاسَاهْ
XIX. Bab Syarat Kewajiban Puasa.
Syarat
kewajiban puasa itu ada 5 :
1.
Harus beragama islam.
2.
Harus mukallaf ( sudah baligh ,
mempunyahi akal sehat , sudah tamyiz yakni bisa membedakan perkara yang jelek
dan yang bagus.).
3.
Harus kuat ( tidak ada udhur untuk
tidak mengerjakan puasa).
4.
Harus sehat tidak sakit.
5.
Harus mukim ( bertempat tinggal / indekos)
atau mustautin ( bertempat tinggal / berdomisi untuk selamanya yakni tidak
berpindah – pindah).
بَابْ رُوْكُونَّهْ فَاسَاهْ
XX. Bab Rukunnya Puasa.
Rukunnya puasa
itu ada 3 :
1.
Harus melafatkan niat (niat dalam
hati) waktu malam hari.
2.
Harus menjauhi segala macam perkara
yang dapat membatalkan puasa.
3.
Adanya orang yang menjalankan puasa.
بَابْ بَطَّلاَّهْ فَاسَاهْ
XXI. Bab Perkara Yang Dapat Membatalkan Puasa.
Perkara yang
dapat membatalkan puasa itu ada 10 :
1.
Sebab murtad (keluar dari islam).
2.
Sebab haid.
3.
Sebab nifas.
4.
Sebab melahirkan.
5.
Sebab gila meski pun sebentar.
6.
Sebab ayan.
7.
Sebab mabuk – mabukan.
8.
Sebab muntah yang di sengaja.
9.
Sebab masuknya sesuatu ke semuanya
lubang anggota tubuh yang tembus ke dalam perut seperti makan , minum , dan masuknya
air dari lobang dubur , kuping , hidung , dan dari mulut.
10.
Sebab wathik / bersetubuh , mengeluarkan
seperma dengan sengaja (onani / oral).
~ خَــاتِــــمَةٌ ~
XXII. Penutupan Dan Penyampurnaan
Lafadl – Lafadlnya Niat Sholat Fardlu Dan Yang
Bersangkutan
Niatnya Wudlu’ :
نَوَيْتُ اْلوُضُوءَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Nawaitul wudlu’a
lirof ’il khadatsil asyghori
fardlon lillahi ta’ala.
Artinya :
Saya niat berwudlu’ karena
menghilangkan khadats kecil , fardlu ,karena alloh semata.
Niatnya Mandi Besar (
Setelah Keluarnya Seperma /
Bersetubuh / Suci Dari Haid ) :
نَوَيْتُ اْلغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla
lirof ’il khadatsil akbari
fardlon lillahi ta’ala.
Artinya :
Saya niat mandi karena menghilangkan khadats besar , fardlu , karena
alloh semata.
Niatnya Mandi Hari Jum’at :
نَوَيْتُ اْلغُسْلَ لِخُضُوْرِ اْليَوْمِ اْلجُمْعَةِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla
likhuduril yaumil jum’ati
sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya :
Saya niat mandi karena mau menjalankan sholat jum’at , sunat ,
karena alloh semata.
Lafadlnya Adzan :
اَللهُ اَكْبَرْ . اَللهُ اَكْبَرْ 2×
Allohu akbar . allohu akbar
2X.
Artinya :
Alloh maha besar . alloh maha besar
اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ 2×
Ashadu an
lailiha illalloh 2X.
Artinya :
Aku bersaksi bahwa sesungguhnya
tiada tuhan yang wajib di sembah selain alloh.
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ 2×
Ashadu anna
mukhammadar rosululloh 2X.
Artinya :
Aku bersaksi bahwa sesungguhnya nabi
mukhammad adalah utusannya alloh.
حَيَّ عَلَى الصَّلاَةْ
2×
Khaiya ‘alash
sholakh 2X.
Artinya :
Marilah kita mendirikan sholat.
حَيَّ عَلَى اْلفَلاَحْ
2×
Khaiya ‘alal
falakh 2X.
Artinya :
Marilah kita menuju kemenangan.
اَللهُ اَكْبَرْ . اَللهُ اَكْبَرْ
Allohu akbar
. allohu akbar.
Artinya :
Alloh maha besar . alloh maha besar
.
لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ
Lailaha illalloh .
Artinya :
Tiada tuhan yang wajib di sembah
selain alloh.
Niatnya Sholat Dhuhur :
اُصَلّـِى فَرْضَ الظُّهْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ اَدَاءً مُسْتَقْبِلَ
اْلقِبْلَةِ مَاءْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى . اَللهُ اَكْبَرْ.
Usholli fardlodh dhuhri arba’a
roka’atin adaan mustaqbilal qiblati mak muman lillahi ta’ala . allohu akbar.
Artinya :
Saya niat sholat fardu dhuhur empat
roka’at hale melaksanakan kewajiban , hale menghadap qiblat , hale menjadi
makmum , karena alloh semata . allohu akbar.
Niatnya Sholat ‘Ashar :
اُصَلّـِى فَرْضَ اْلعَصْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ اَدَاءً مُسْتَقْبِلَ
اْلقِبْلَةِ مَاءْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى . اَللهُ اَكْبَرْ.
Usholli fardlol
‘ashri arba’a roka’atin adaan mustaqbilal qiblati mak muman lillahi
ta’ala . allohu akbar.
Artinya :
Saya niat sholat fardu ‘ashar empat
roka’at hale melaksanakan kewajiban , hale menghadap qiblat , hale menjadi
makmum , karena alloh semata . allohu akbar.
Niatnya Sholat Maghrib :
اُصَلّـِى فَرْضَ اْلمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ اَدَاءً مُسْتَقْبِلَ
اْلقِبْلَةِ مَاءْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى . اَللهُ اَكْبَرْ.
Usholli fardlol maghribi tsalatsa roka’atin adaan
mustaqbilal qiblati mak muman lillahi ta’ala . allohu akbar.
Artinya :
Saya niat sholat fardu ‘maghrib tiga
roka’at hale melaksanakan kewajiban , hale menghadap qiblat , hale menjadi
makmum , karena alloh semata . allohu akbar.
Niatnya Sholat Isya’ :
اُصَلّـِى فَرْضَ اْلعِشَاءِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ اَدَاءً مُسْتَقْبِلَ
اْلقِبْلَةِ مَاءْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى . اَللهُ اَكْبَرْ.
Usholli fardlol
isya’i arba’a roka’atin adaan
mustaqbilal qiblati mak muman lillahi ta’ala . allohu akbar.
Artinya :
Saya niat sholat fardu isya’ empat
roka’at hale melaksanakan kewajiban , hale menghadap qiblat , hale menjadi
makmum , karena alloh semata . allohu akbar.
Niatnya Sholat Shubuh :
اُصَلّـِى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ اَدَاءً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ
مَاءْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى . اَللهُ اَكْبَرْ.
Usholli fardlos shubkhi rok’ataini adaan mustaqbilal
qiblati mak muman lillahi ta’ala . allohu akbar.
Artinya :
Saya niat sholat fardu shubuh dua
roka’at hale melaksanakan kewajiban , hale menghadap qiblat , hale menjadi
makmum , karena alloh semata . allohu akbar.
Niatnya Sholat Jum’at :
اُصَلّـِى فَرْضَ اْلجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ اَدَاءً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ
مَاءْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى . اَللهُ اَكْبَرْ.
Usholli fardlol jum’ati
rok’ataini adaan mustaqbilal qiblati mak muman lillahi ta’ala . allohu
akbar.
Artinya :
Saya niat sholat fardu jum’at dua
roka’at hale melaksanakan kewajiban , hale menghadap qiblat , hale menjadi
makmum , karena alloh semata . allohu akbar.
Lafadlnya Qunut :
اَللَّهـُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ . وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ .
وَتَوَلَّـنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّـيْتَ . وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ .
وَقِـنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ . فَاِنّـَكَ تَقْضِيْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ .
وَاِنَّهُ لاَيَدِلُّ مَنْ وَالَيْتَ . وَلاَيَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ . تَبَارَكْتَ
رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ . فَلَكَ اْلحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ . اَسْتَغْفِرُكَ
وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ . وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيْدِنَا مُحَمَّدِ النَّبِيّ ِ
اْلأُمّـِيّ ِ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ
Allohummah dini
fiman hadait .
wa’afini fiman ‘aafait . watallani fiman
tawallait . wabarikli fima a’thoit . waqini syarroma qodhoit . fa innaka taqdhi
wala yuqdho ‘alaik . wa innahu
la yadhillu man
walait . walaa ya’izzuman ‘adait
. tabarokta robbana wa ta’alait . falakal
khamdu ‘alamaa qodhoit . astaghfiruka wa
atubu ilaik . washollallohu ‘ala
syaiyidina mukhammadinin nabiyil
ummiyi wa ‘ala alihi
washokhbihi wa sallam.
Lafadlnya Tasyahud Akhir /
Takhiyat Akhir :
اَلتَّحِيَّاتُ اْلمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيّـِبَاتُ ِلله . اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا
النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ . اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى
عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْن . اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ الله . وَاَشْهَدُ
اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله . اَللَّهُمَّ صَلّ ِ عَلَى سَيّـِدِنَا مُحَمَّدْ
. وَعَلَى اَلِ سَيّـِدِنَا مُحَمَّدْ . كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيّـِدِنَا
اِبْرَاهِيْم . وَعَلَى اَلِ سَيّـِدِنَا اِبْرَاهِيْم . وَبَارِكْ عَلَى
سَيّـِدِنَاَ مُحَمَّدْ . وَعَلَى اَلِ سَيّـِدِنَا مُحَمَّدْ . كَمَا بَارَكْتَ
عَلَى سَيّـِدِنَا اِبْرَاهِيْم . وَعَلَى اَلِ سَيّـِدِنَا اِبْرَاهِيْم . فِي
اْلعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
At
takhiy yatul mubarokatus
sholawatut thoiyiba tu lillah
. assalamu ‘alaika aiyuhan
nabiyyu wa rohmatullohi wabarokatuh
. assalamu ‘alaina
wa ‘ala ‘ibadillahis sholikhin
. asyhadu al lailaha
illalloh . wa asyhadu
anna mukhammadar rosululloh
. allohumma sholli
‘ala saiyidina mukhammad
. wa ‘ala ali
saiyidina mukhammad .
kama shollaita ‘ala
saiyidina ibrohim . wa
‘ala ali
saiyidina ibrohim .
wabarik ‘ala saiyidina
mukhammad . wa ‘ala
ali saiyidina mukhammad
. kama barokta
‘ala saiyidina ibrohim
. wa ‘ala ali
saiyidina ibrohim .
fil ‘alamina innaka
khamidum majidd.
Lafadl – Lafadlnya Niat Yang Bersangkutan Pada Bulan
Romadlon
Niatnya Puasa Romadlon :
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ اَنْ اَدَاءِ فَرْضِِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ اْلسَنَةِ
اِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu shouma
ghodin an adai
fardli syahri romadlona
hadihis sanati imanan
wakhtisaban lillahi ta’ala.
Artinya :
Saya niat puasa pada besok pagi
karena mendatangi fardlunya puasa romadlon tahun ini , karena iman , karena
mencari pahala , dan karena alloh semata.
Niatnya Sholat Tarawih :
اُصَلّـِى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ اَدَاءً مُسْتَقْبِلَ
اْلقِبْلَةِ مَاءْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى . اَللهُ اَكْبَرْ.
Ushholli sunnatat
tarowikhi rok’atani adaan
mustaqbilal qiblati makmuman
lillahi ta’ala. Allohu akbar .
Artinya :
Saya niat sholat sunat tarawih dua
roka’at hale melaksanakan kewajiban , hale menghadap qiblat , hale menjadi
makmum , dan karena alloh semata. Allohu akbar .
Niatnya Sholat Witir Dua Roka’at :
اُصَلّـِى سُنَّةَ اْلوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ اَدَاءً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ
مَاءْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى . اَللهُ اَكْبَرْ.
Ushholli sunnatal
witri rok’atani adaan
mustaqbilal qiblati makmuman
lillahi ta’ala. Allohu akbar.
Artinya :
Saya niat sholat sunat witir dua
roka’at hale melaksanakan kewajiban , hale menghadap qiblat , hale menjadi
makmum , dan karena alloh semata. Allohu akbar.
Niatnya Sholat Witir Satu Roka’at :
اُصَلّـِى سُنَّةَ اْلوِتْرِ رَكْعَةً اَدَاءً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ
مَاءْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى . اَللهُ اَكْبَرْ.
Ushholli sunnatal
witri rok”atan adaan
mustaqbilal qiblati makmuman
lillahi ta’ala. Allohu akbar.
Artinya :
Saya niat sholat sunat witir satu
roka’at hale melaksanakan kewajiban , hale menghadap qiblat , hale menjadi
makmum , dan karena alloh semata. Allohu akbar.
Niatnya Mengeluarkan Zakat Fitrah :
نَوَيْتُ اَنْ اُخْرِجَ زَكَاةَ اْلفِطْرِ عَنِ النَّفْسِ / عَنِ اْلوَالَدِى
/ عَنِ اْلزَوْجِي فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu an
ukhrija zakatal fitri
aninnafsi / anil waladi /
aniz zauji fardlon
lillahi ta’ala.
Artinya :
Saya niat mengeluarkan zakat fitrah
atas diri saya sendiri / atas hak anak saya / atas hak istri saya , karena wajib
, dan karena alloh semata.
Niatnya Sholat Idul Fitri :
اُصَلّـِى سُنَّةَ اْلعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ اَدَاءً مُسْتَقْبِلَ
اْلقِبْلَةِ مَاءْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى . اَللهُ اَكْبَرْ.
Ushholli sunnatal
‘idil fitri rok’atani
adaan mustaqbilal qiblati
makmuman lillahi ta’ala. Allohu akbar.
Artinya :
Saya niat sholat sunat idul fitri
dua roka’at hale melaksanakan kewajiban , hale menghadap qiblat , hale menjadi
makmum , dan karena alloh semata. Allohu akbar.
Niatnya Mandi Hari Raya Idul Fitri :
نَوَيْتُ اْلغُسْلَ لِخُضُوْرِ اْلعِيْدِ اْلفِطْرِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla
likhuduril ‘idil fitri
sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya :
Saya niat mandi karena mau menjalankan sholat idul fitri ,
sunat , karena alloh semata.
Niatnya Sholat Idul Adha :
اُصَلّـِى سُنَّةَ اْلعِيْدِ اْلاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ اَدَاءً مُسْتَقْبِلَ
اْلقِبْلَةِ مَاءْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى . اَللهُ اَكْبَرْ.
Ushholli sunnatal
‘idul adha rok’atani
adaan mustaqbilal qiblati
makmuman lillahi ta’ala. Allohu akbar.
Artinya :
Saya niat sholat sunat idul adha dua
roka’at hale melaksanakan kewajiban , hale menghadap qiblat , hale menjadi
makmum , dan karena alloh semata. Allohu akbar.
Niatnya Mandi Hari Raya Idul Adha :
نَوَيْتُ اْلغُسْلَ لِخُضُوْرِ اْلعِيْدِ اْلاَضْحَى سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla
likhuduril ‘idil adha sunnatan
lillahi ta’ala.
Artinya :
Saya niat mandi karena mau menjalankan sholat idul adha ,
sunat , karena alloh semata.
تــَـــمـّـَــــتْ
Alhamdulillah terjemahan ini telah selesai pada hari
senin malam selasa tgl 28 romadlon 1431 H. / 07 september 2010 M. Pabila ada
kesalahan mohon di benarkan , karena kami hanyalah manusia biasa yang lemah dan
banyak kesalahan. Semoga bisa bermanfaat dunia sampai akhirat.
Amin.. amin.. yarobbal ‘alamin.